dustur ILAHI

Rabu, 20 November 2013

Belajar dari landak


Hari itu, adalah musim salju yang paling ekstrim di Canada. Banyak binatang yang mati akibat rasa dingin yang teramat sangat.

Di suatu daerah, tinggal sekelompok Hedgehog (sejenis landak). Mereka memutuskan untuk tinggal secara berkelompok di dalam sebuah gua, agar tetap hangat. Mereka mendekatkan diri satu sama lain, namun ketika mulai berdekatan, duri-duri mereka melukai teman-teman terdekat mereka.

Setelah beberapa saat, mereka pun memutuskan untuk menjaga jarak satu sama lainnya. Akibatnya, mereka mulai merasa sendiri, beku, akhirnya terancam mati. Jadi mereka harus memutuskan: menerima duri-duri temannya, atau mati!

Secara bijaksana, mereka memutuskan untuk kembali bersatu. Mereka pun belajar untuk hidup dengan luka2 kecil akibat jarak yang sangat dekat dengan sahabat-sahabatnya supaya dapat merasakan kehangatan. Cara inilah yang membuat mereka akhirnya selamat dan bisa bertahan hidup.

Pesan cerita ini:
Hubungan yang terbaik dalam hidup ini bukanlah hubungan yang membawa orang-orang yang sempurna dalam kelompok. Tetapi ketika semua individu belajar hidup dengan ketidaksempurnaan orang lain, serta mampu "mengapresiasi" semua kehangatan yang diberikan oleh teman-temannya.

Hal inilah yang membuat hidup kita menjadi lebih “hidup” (bermakna) & "mampu bertahan" dalam situasi atau lingkungan yang ekstrim sekalipun. Semoga kita smua selalu berada dlm lindungan Allah...Aamiiin

Selasa, 19 November 2013

Belajar dari Uwais Al Qarni


Hari ini kita harus belajar pada Uwais Al-Qorni (w 657 M). Belajar untuk tetap yakin bahwa Allah pasti akan membalas sekecil apapun kebaikan kita meski sepi dari apresiasi manusia. Sosok sejarah ini teramat Agung di mata Allah dan Rasul-Nya. Dan, Nabi menyebutnya sebagai seorang yang sangat terkenal di langit meski tidak di kenal di bumi.
Uwais, pemuda asal Qaran, Yaman, hari itu berpamitan kpd Ibunya utk pergi ke Pasar Ternak. Ibunya yg sdh sepuh dan lumpuh memberinya restu,  disalah satu sudut pasar, pemuda bersuku Murad ini membeli lembu atau kerbau yg msh kecil. Setelah deal harga, lelaki berwajah belang krn penyakit sopak ini membawanya pulang dgn memanggulnya.
Hari-hari Uwais yg dikenal sebagai penggembala kambing kini dilaluinya dgn aktivitas yg "aneh". Setiap pagi dan sore, Uwais menggendong lembunya dari rumah menuju bukit yg ia buatkan kandang di atasnya.  Jelas saja aktivitas "nyeleneh" ini hanya menambah daftar cemoohan orang kepadanya. Begitulah kini Hari-hari seorang Uwais; memanggul lembu dari rumah ke bukit.
Rupanya ini jawabannya, ia membeli lembu kecil dan memanggulnya setiap hari dlm rangka melatih fisiknya supaya terbiasa dan kuat saat bulan haji tiba. Dan, di pagi itu Uwais merapat kpd sang bunda. "Ibu, mari kita berangkat Haji!"
Dengan apa, Nak? Mana ada bekal utk kesana?" Sahut sang Ibu dgn raut kaget.
"Mari Bu, saya gendong Ibu. Perbekalan kita Insya Allah cukup." Ujar Uwais meyakinkan sang Ibu. Sang Ibu hanya bisa berurai air mata. Dan, pagi itu Uwais sang anak sholeh ini menyaruk kaki, melintasi sahara panas dengan mengendong sang Ibu tercinta. Berminggu-minggu ia lewati perjalanan mission impossible sejauh 600 km ini dengan penuh ikhlas dan sabar. Sampai akhirnya Kabah pun sudah berada persis di depan matanya. Mereka berdua pun akhirnya berhaji, Menyempurnakan keberislaman mereka.
Allahu Akbar. Sungguh setiap langkah Uwais telah menggetarkan langit. Pantaslah para malaikat terkesima dan membalas tasbih tak henti.

Jumat, 29 Maret 2013

Senam PKS Nusantara Menuju Kemenangan 3 Besar

Pukul 6 Jumat pagi tadi (29/03) Kader Ikhwan-Akhwat PKS DPRa Klender mengadakan Senam Nusantara di pelataran parkir Ruko eks Klinik PKPU Jln Durensawit Raya.
Ketua DPRa Klender, Hari Supriady begitu semangat mengajak serta keluarga untuk mengikuti Senam Nusantara PKS.
Senam dipandu instruktur dari DPC Durensawit, Akh Abdul Rozak.
Senam berlangsung hingga pukul 8, diakhiri dengan acara ramah-tamah sambil menikmati bubur kacang hijau hangat..
Berikut komentar Hari Supriady: "Menuju kemenangan 1 besar dibutuhkan fisik yg prima. Dakwah tidak bisa ditopang maksimal oleh fisik yg lemah.. semoga dgn senam ini dan senam2 berikutnya menjadi modal para kader tuk berjuang dijalan dakwah.." by : Eko

Kunjungan ke Pengusaha Flanel Jakarta

Jumat 29 /3 siang itu kediaman rumah bu Pipit menjadi perhatian para jamaah shalat masjid Nurul Iman Pondok Bambu, karena ada 11 org ibu dan remaja putri yang sedang belajar ketrampilan membuat kreasi dari bahan flanel. Mereka berlatih tusuk feston dan berlanjut dengan membuat tempat tissue travel. Masya Allah ternyata mereka bahagia dan bersemangat utk bisa membuat byk hal, karena contoh produk bu Pipit banyak dan bagus2, ingin rasanya tak ingin pulang dan belajar sepanjang hari.
Kalau tak ingat akan ada kegiatan yang lain, mgkin mereka lanjut menyelesaikan ketrampilan yg lain. Salah satu komentar peserta sebut saja Qomariah : 'Pelatihan keterampilannya keren memberi inspirasi utk mengasah ketrampilan dan semangat utk menjadi enterpreunership', lain lagi dengan Alin :' dengan pelatihan ini, melatih kita menjadi muslimah yang kreatif'. Alhamdulillah rata-rata mereka sangat bersemangat. Sudah ga sabar deh rasanya utk cepat-cepat berkarya di kampung sendiri(Klender). PR sudah menanti... untuk menjadikan PKS No. 3 Besar di Jakarta salah satunya lewat pintu PosEka. Siapa takut???